Monday
18 December 2017
20:47
Section categories
Homepage [24]
Artikel Homepage
Tag Board
200
Our poll
Rate my site
Total of answers: 1
Statistics

Total online: 1
Guests: 1
Users: 0
Login form
Shopping Cart
Your shopping cart is empty
Calendar
«  July 2013  »
SuMoTuWeThFrSa
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031
Entries archive
Site friends
  • Create a free website
  • Online Desktop
  • Free Online Games
  • Video Tutorials
  • All HTML Tags
  • Browser Kits
  • Waltz Tasrifan Community

    Main » 2013 » July » 23 » Pintu Harapan dan Kesedihan
    19:11
    Pintu Harapan dan Kesedihan

    "Apabila anda ingin Allah swt membuka pintu harapan padamu, maka lihatlah apa yang dianugerahkan dariNya kepadamu. 

    Dan apabila anda ingin Allah membuka pintu kesedihan padamu, maka lihatlah apa yang engkau lakukan bagiNya.” Harapan dan kesedihan, adalah dua hal yang terus berdampingan. Karena adanya harapanlah, seseorang mulai optimis dan terbuka masa depannya. Khususnya masa depan dengan Sang Pencipta.

    Namun, sepanjang  yang disebut harapan, semata juga karena dibuka oleh Allah swt, berupa kepatuhan dan ketaatan kita. Apa pun yang dari Allah swt, senantiasa membuka harapan kita, karena seluruh ketaatan kita, kebajikan kita, semuanya dari Allah,  bukan dari diri kita.

    Namun juga sebaliknya, bila kita mengingat apa yang ada pada kita berupa kontra dengan Allah Swt, kemaksiatan dan dosa-dosa kita, pastilah kita akan sedih dan duka. Bahkan kalau toh kita menengok masa lalu kita, kita tetap saja sedih, karena apa yang kita berikan kepadaNya, tak ada apa-apanya, apalagi jika dibanding yang yang datang dari Allah swt kepada kita.
    Oleh sebab itu beliau melanjutkan:
    "Kadang-kadang Allah memberikan makna guna kepadamu dalam kelamnya Qobdh (Genggaman Ilahi yang mencekam), yang tidak anda dapatkan maknanya ketika anda dalam suasana kelapangan siang  hari (seperti siang yang terang).”
    Betapa seringnya kita raih hikmah-hikmah yang menghantar kita untuk taqarrub kepadanya dibalik cobaan yang mencekam, yang kita tidak dapatkan ketika kita diberi kelapangan dada, kemudahan dan kesehatan dan murahnya rizki anda.

    Disinilah para ‘arifun lebih memilih meraih Qabdhnya Allah dibanding suasana lapang dan mudah dariNya. Sebab betapa seringnya orang tergelincir karena kemudahan dan kelapangan. Sedangkan ketika diberi cobaan, hatinya remuk redam dalam sikap ubudiyah kepadaNya, penuh rasa hina dina, fakir, tak berdaya dan lemah.


    Category: Homepage | Views: 167 | Added by: Walkoe
    Total comments: 0
    Only registered users can add comments.
    [ Sign Up | Login ]